As always response to our lady web designer, Montan. Web Designer gak punya masa depan dan Web Programmer lebih parah lagi.
Fakta (sorry menyimpulkan sendiri)
- Kebutuhan web sekarang makin meningkat. Perusahaan di Indonesia banyak yang mulai semakin sadar bahwa web suatu potensi. Cuma kebanyakan enggak tahu memanfaatkan potensi ini. Ketidaktahuan ini yang justru mendorong mereka untuk mengkomparasi biaya, bukan mengenali manfaat web bagi usaha mereka.
- Saking banyaknya tools, semakin membuat mereka terpaku dengan masalah pembuatan itu sendiri. Simple, cepat dan langsung online. Ujung-ujungnya malah mengabaikan hal-hal detail yang sangat dibutuhkan sesuai dengan strategi web-nya, dan menampilkan hal-hal lain yang mubazir. Simpelnya, “Bias” karena terpaksa.
- Tidak ada anggaran khusus untuk web. Saya yakin bahwa masih sedikit perusahaan di Indonesia yang memasukkan anggaran untuk pengelolaan web dalam anggaran perusahaannya. Ini juga mendorong agar pembuatan web menjadi asal jadi, karena anggarannya pake sisa anggaran lain.
Webtools Generik vs Web Programmer
Webtools sifatnya generik. Untuk kalangan tertentu (Sekolah, perusahaan kecil, organisasi non-profit) ini akan cocok sekali. Low budget, cukup memenuhi kebutuhan mereka. Toh mereka juga gak muluk-muluk mintanya.
Tetapi pengalaman saya selama 5 tahun (as profesional in web development), tidak ada client yang sama kebutuhannya dengan client lain. Walaupun itu mirip/similar. Selalu ada penyesuaian agar aplikasi sesuai dengan yang diinginkan customer. Jadi percuma dong bikin modul-modul? Gak juga. Cuma kita sangat mengenali modul yang kita buat. Jadi hampir semua perubahan yang diinginkan selalu dapat dilakukan, tanpa effort berlebihan.
In other ways, Webtools (katakanlah PHPNuke). Bisa instant dan langsung online. Tapi jika diinginkan suatu perubahan, ini akan cukup memakan effort sang web programmer. Ada “learning curve” untuk mempelajari “jeroan” si Tools itu sendiri. Dan biasanya yang menjadi masalah, sang developer “terjebak” untuk membuat modul baru yang harus cukup generik juga. Ini sebenarnya effort tambahan yang tidak menyenangkan bagi web programmer dan membuat terkurung dalam frame dari webtools itu sendiri.
Kemudian, saking mudahnya webtools, seorang programmer pemula jadi ikutan terjun ke bisnis ini. Pas mau bikin perubahan, mulai keteteran. Belum punya basic programming yang kuat, SQL berantakan, bikin database baru seenaknya dan lain-lain.
Template vs Web Designer
Sama aja dengan yang di atas. Kalau low-budget dan gak muluk-muluk mintanya, ya milih template aja.
Tapi kalau perusahaan yang serius dengan web, dia tidak akan mengorbankan image/kredibilitasnya pada sebuah template. Selain itu, content yang dinginkan perusahaan tidak akan sesimple seperti yang ditawarkan oleh template. Harus banyak modifikasi dilakukan pada template dan ujung-ujungnya malah gak serasi dengan design awal.
Kesimpulan
Ada satu yang susah dilawan untuk template sama program generik. Aplikasi Weblog. Kalau yang ini ampun deh. Asli gak bisa dilawan hehehe.
Orang bilang rejeki masing-masing (Pasrah banget ya?). Mungkin prosesnya buat orang Indonesia harus begini, 3 NY . Nyonline buru-buru, kemudian Nyadar webnya enggak sesuai, baru deh Nyari kita (yang terakhir amin.. amin.. amin..).
Tags: Web Development
December 19th, 2011 at 3:51 am
Posting yang bagus gan… salut!
benar juga apa yang dikatakan mas bro, masalahnya butuh dana besar untuk membuat 1 web 1 engine, ini belum permasalahan disupport browser terlebih di seo sebab membangun web pada dasarnya tak hanya di script melainkan dimana script tersebut dapat diterima umum (internasional) dan web tools & template lebih memegang + mendapat support (otomatis). Sekali lagi pada dasarnya segala sesuatu bisa dibuat bahkan istimewa tapi itu butuh waktu lama sedangkan anggaran tak seberapa lha trus kita mau beli nasi pake apa? itu saja pendapat dari saya, terimakasih say suka post anda!
November 15th, 2011 at 9:24 am
baru juga saya mau mendalami tentang web programmer,
tau gini jadi gimana yaa..
November 8th, 2011 at 8:30 am
Lebih baik jualan themes yang sudah jadi dengan tidak ada tuntutan perubahan apapun dari konsumen yang membelinya daripada pusing dengan customize template yang sudah ada pada wordpress dan joomla.
November 2nd, 2011 at 10:57 am
wah sayang sekali, programer web base semakin lama semakin bnyak proyeknya. bahkan harga proyeknya sampai ratusan juta. kalau membuat aplikasi kecil kecil generik apalagi web profil yg anda jelaskan diatas tentu saja murah. namanya program di create g ada satupun yg bisa instan. harga create database saja bisa dihargai tinggi, belum aplikasi nya. apa bisa dibuat oleh org awam?? mngkin anda lebih baik ikutan proyek PL dulu.. nanti pasti ketagihan.. =))
November 1st, 2011 at 3:57 pm
ngomong bener juga tuh gan, saya bewbie di kancah web design dan web program,
karena tututan dari bos yg udah pke cms joomla jadi klo yg punya prshan mnta prubahan keteteran bgd..
February 18th, 2011 at 2:15 am
g bisa omg banyak…
postnya mantaf, curhat banget sama pengalaman2 orang2 industri kreatif..