Terkena Chikungunya

Pada saat bangun hari Sabtu, 22 Desember 2007, tubuh saya semua linu terutama pada persendian. Saya fikir, ah cuma masuk angin biasa. Semakin siang linu di tubuh semakin parah dan setiap jalan kaki, nyaris terjatuh. Badan demam tapi tidak terlalu parah. Akhirnya saya usahakan untuk tidur lagi di sore harinya.

Bangun sore hari, masih tak kunjung reda rasa linunya, dengan badan linu saya coba googling “Cikungunya”, dari wiki dapat link tentang chikungunya di medicastore. Berasal dari bahasa Shawill yang artinya meliuk atau melengkung (dan memang tubuh saya meliuk-liuk, menahan rasa linu yang parah.) Semua simptom cocok sekali. Dan baca lanjutannya, ternyata enggak ada obatnya. Penyakit ini masuk kategori “Self Limiting Disease” atau penyakit yang sembuh sendiri. Menurut catatan, dalam waktu 5 hari demam akan berangsur-angsur reda. (Waks, ini baru hari kedua nih), dan terkadang rasa linu bisa tertinggal beberapa hari kadang dalam hitungan minggu bahkan bulan.

UPDATE:
Hari ketiga, kebanyakan rasa linu terkonversi jadi pegal (maksudnya berubah). Sampai hari ketiga tetap tidka bisa bekerja, karena pandangan masih agak kabur, demam masih muncul beberapa kali.

Hari keempat, pagi ini masih tersisa sebagian pegal, terutama di pinggang (jadi sakit pinggang, dan belikat). Jalan sudah mulai agak lancar enggak terlalu goyah.

Mengurangi gejala sakit

Baca dari Wiki Chikungunya ini, Aspirin (asetosal) tidak berefek apapun untuk mengurangi rasa sakit ini. Ibuprofen, Naproxen and other NSAIDs lebih dianjurkan untuk mengurangi rasa linu dan demam ini.


14 Responses to “Terkena Chikungunya”

Pages: [2] 1 » Show All

Pages: [2] 1 » Show All

Leave a Reply