DetikInet tanggal 30 Maret 2006, melansir “60 Persen Situs Pemerintah Miliki HTML Error“. Saya sendiri punya catatan yang sedikit mirip sebelumnya “Situs Pemda perlu standarisasi W3C“. Hanya tidak dilengkapi besaran persentase. Mengapa penggunaan W3C standard kelihatannya mendesak untuk situs pemerintah?
Pada dasarnya situs pemerintah bertujuan untuk menginformasikan kemajuan yang telah mereka capai secara up-to-date. Melalui situs ini, publikasi secara online diharapkan dapat terus menerus berlanjut. Sayang sekali, hal ini sepertinya kurang disadari dari situs-situs pemerintah, walaupun di awal pembuatan mereka mencanangkan ini. Beberapa situs Pemda bahkan down secara tidak jelas serta banyak situs pemerintah lainnya yang sama sekali tidak di update.
Karena situs pemerintah berusaha menyampaikan informasi, tentu saja isinya seharusnya merupakan berita, yang cukup banyak kandungan text-nya dibanding gambar. Dalam catatan saya sebelumnya, memang sudah seharusnyalah situs pemerintah (di catatan saya sebelumnya, pemda red.) menggunakan standar baku W3C.
Kebutuhan lain yang mendesak adalah RSS Feed. Dengan feed ini diharapkan situs lain dapat mengambil berita dengan mudah, tanpa harus mengontak si pemilik situs. RSS Feed ini juga bisa menjadi sebuah cross-selling dari sesama situs pemerintah, sehingga situs pemerintah jadi lebih terakses di banding sebelumnya.

April 27th, 2006 at 4:23 pm
sayangnya bapak, pejabat-pejabat itu kebanyakan gaptek.. jadi bikin projek situs hanya untuk menghabiskan anggaran, sehingga mereka menganggarkan banyak biaya dan ditenderkan. pemenang tender pasti yang menawarkan biaya balik yang paling gede supaya pejabat dapat uang saku yang gede juga. hasil-hasilnya, kualitas webnya juga kacangan…
*hhh….*
June 25th, 2007 at 1:00 pm
calendar website gak up to date
April 7th, 2009 at 5:46 am
[...] Situs Pemerintah banyak yang HTML Error [...]