<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"
	xmlns:content="http://purl.org/rss/1.0/modules/content/"
	xmlns:dc="http://purl.org/dc/elements/1.1/"
	xmlns:atom="http://www.w3.org/2005/Atom"
	>
<channel>
	<title>Comments on: Pendidikan di Indonesia</title>
	<atom:link href="http://www.sunaryohadi.info/pendidikan-di-indonesia.htm/feed" rel="self" type="application/rss+xml" />
	<link>http://www.sunaryohadi.info/pendidikan-di-indonesia.htm</link>
	<description>Web Design, Web Development &#38; WordPress Theme Design</description>
	<pubDate>Sat, 05 Jul 2008 15:38:28 +0000</pubDate>
	<generator>http://wordpress.org/?v=2.5.1</generator>
		<item>
		<title>By: naafi</title>
		<link>http://www.sunaryohadi.info/pendidikan-di-indonesia.htm#comment-18898</link>
		<dc:creator>naafi</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 14 Apr 2008 07:36:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.sunaryohadi.info/pendidikan-di-indonesia.htm#comment-18898</guid>
		<description>Secara fisik mungkin kita melihat bahwa pendidikan dari tahun ke tahun semakin baik. Dengan sudah adanya sekolah di daerah-daerah terpencil, fasilitas yang lengkap, dan tenaga pengajar yang profesional. Tapi jika kita melihat out put yang dihasilkan oleh sekolah-sekolah di Indonesia, maka bisa dikatakan bahwa  ternyata pendidikan kita pada saat ini pun tidak lebih baik dari masa-masa sebelumnya. Bahkan para pakar pendidikan menyatakan bahwa Pendidikan di Indonesia adalah terburuk di Asia. Pendidikan di Indonesia saat ini tidak bisa dinikmati oleh semua golongan masyarakat, karena biaya sppnya yang menggila meskipun status sekolah tersebut adalah sekolah negeri. Tak ada bedanya sekolah negeri dengan sekolah swasta. Dengan biaya yang selangit, bagaimana bisa anak tukang becak, anak tukang sayur, ataupun anak buruh pabrik bisa mendapatkan pendidikan yang berkualitas???

Mereka mungkin bisa sekolah, namun mereka tidak dapat sekolah di tempst belajar yang menurut masyarakat memiliki kualitas bagus dan merupakan standart nasional atapun internasional menurut pemerintah. Karena untuk msekolah di tempat yang berkualitas membtuhkan biaya yabg tidak sedikit. Jika sila kelima pancasila menyatakan bahwa "Keadilan Sosial untuk Rakyat Indonesia", maka pendidikan di indonesia tidak memenuhi kriteria tersebut, karena yang boleh pintar hanyalah orang kaya dan berada, sedangkan orang miskin tidak punya hak untuk menjadi pintar. Adanya sekolah-sekolah unggulan yang bertaraf nasional ataupun internasional pun justru menjadi jurang pemisah antara si kaya dan si miskin. Bukankah alangkah lebih baiknya kalau semua sekolah di negeri ini statusnya disamakan, jadi tidak ada sebutan sekolah unggulan. Karena sekolah unggulan dianggap lebih baik. Masalahnya kebanyakan sekolah unggulan beada di pulau jawa sehingga hal inilah yang menjadi kecemburuan sosial oleh masyarakat luar pulau jawa. Bila semua sekolah disamakan bukankah tidak akan ada lagi kecemburuan antar daerah???
Dan pendidikan di Indonesia pun akan semakin merata.....

Hidup Indonesiaku!!!!</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>Secara fisik mungkin kita melihat bahwa pendidikan dari tahun ke tahun semakin baik. Dengan sudah adanya sekolah di daerah-daerah terpencil, fasilitas yang lengkap, dan tenaga pengajar yang profesional. Tapi jika kita melihat out put yang dihasilkan oleh sekolah-sekolah di Indonesia, maka bisa dikatakan bahwa  ternyata pendidikan kita pada saat ini pun tidak lebih baik dari masa-masa sebelumnya. Bahkan para pakar pendidikan menyatakan bahwa Pendidikan di Indonesia adalah terburuk di Asia. Pendidikan di Indonesia saat ini tidak bisa dinikmati oleh semua golongan masyarakat, karena biaya sppnya yang menggila meskipun status sekolah tersebut adalah sekolah negeri. Tak ada bedanya sekolah negeri dengan sekolah swasta. Dengan biaya yang selangit, bagaimana bisa anak tukang becak, anak tukang sayur, ataupun anak buruh pabrik bisa mendapatkan pendidikan yang berkualitas???</p>
<p>Mereka mungkin bisa sekolah, namun mereka tidak dapat sekolah di tempst belajar yang menurut masyarakat memiliki kualitas bagus dan merupakan standart nasional atapun internasional menurut pemerintah. Karena untuk msekolah di tempat yang berkualitas membtuhkan biaya yabg tidak sedikit. Jika sila kelima pancasila menyatakan bahwa &#8220;Keadilan Sosial untuk Rakyat Indonesia&#8221;, maka pendidikan di indonesia tidak memenuhi kriteria tersebut, karena yang boleh pintar hanyalah orang kaya dan berada, sedangkan orang miskin tidak punya hak untuk menjadi pintar. Adanya sekolah-sekolah unggulan yang bertaraf nasional ataupun internasional pun justru menjadi jurang pemisah antara si kaya dan si miskin. Bukankah alangkah lebih baiknya kalau semua sekolah di negeri ini statusnya disamakan, jadi tidak ada sebutan sekolah unggulan. Karena sekolah unggulan dianggap lebih baik. Masalahnya kebanyakan sekolah unggulan beada di pulau jawa sehingga hal inilah yang menjadi kecemburuan sosial oleh masyarakat luar pulau jawa. Bila semua sekolah disamakan bukankah tidak akan ada lagi kecemburuan antar daerah???<br />
Dan pendidikan di Indonesia pun akan semakin merata&#8230;..</p>
<p>Hidup Indonesiaku!!!!</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: ocha</title>
		<link>http://www.sunaryohadi.info/pendidikan-di-indonesia.htm#comment-18778</link>
		<dc:creator>ocha</dc:creator>
		<pubDate>Mon, 24 Mar 2008 02:32:01 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.sunaryohadi.info/pendidikan-di-indonesia.htm#comment-18778</guid>
		<description>pendidikan di indonesia sangatlah memprihatinkan, dalihnya ingin mencerdaskan kehidupan bangsa yang tertera sesuai dengan undang - undang dasar 1945 yang sangat di junjung tinggi keberadaannya. terpuruknya pendidikan di indonesia diakibatkan beberapa faktor, salah satu faktor yang sangat menonjol adalah sarana dan prasarana serta pengajar yang lebih mementingkan hak ketimbang kewajiban. coba kita instropeksi diri dengan skill yang terbatas dan tanpa kreatifitas..</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>pendidikan di indonesia sangatlah memprihatinkan, dalihnya ingin mencerdaskan kehidupan bangsa yang tertera sesuai dengan undang - undang dasar 1945 yang sangat di junjung tinggi keberadaannya. terpuruknya pendidikan di indonesia diakibatkan beberapa faktor, salah satu faktor yang sangat menonjol adalah sarana dan prasarana serta pengajar yang lebih mementingkan hak ketimbang kewajiban. coba kita instropeksi diri dengan skill yang terbatas dan tanpa kreatifitas..</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: fanani</title>
		<link>http://www.sunaryohadi.info/pendidikan-di-indonesia.htm#comment-18747</link>
		<dc:creator>fanani</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 12 Mar 2008 08:36:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.sunaryohadi.info/pendidikan-di-indonesia.htm#comment-18747</guid>
		<description>seperti apa realita pendidikan di indonesia ....?
ketika kita berbicara mengenai pendidikan, masalah yang di hadapkan memang sangat kompleks.
saya pikir orientasi pendidikan kita itu hanya menginginkan  status, bukan pada pengembangan kreativitas individu.
yang pada akhirnya hanya mencetak kaum-kaum buruh yang siap kerja, bukan menjadi kaum yang menciptakan pekerjaan.
heheheheheh...........
sok ngerti banget....</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>seperti apa realita pendidikan di indonesia &#8230;.?<br />
ketika kita berbicara mengenai pendidikan, masalah yang di hadapkan memang sangat kompleks.<br />
saya pikir orientasi pendidikan kita itu hanya menginginkan  status, bukan pada pengembangan kreativitas individu.<br />
yang pada akhirnya hanya mencetak kaum-kaum buruh yang siap kerja, bukan menjadi kaum yang menciptakan pekerjaan.<br />
heheheheheh&#8230;&#8230;&#8230;..<br />
sok ngerti banget&#8230;.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: soekartawi</title>
		<link>http://www.sunaryohadi.info/pendidikan-di-indonesia.htm#comment-17607</link>
		<dc:creator>soekartawi</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 07 Feb 2008 20:33:23 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.sunaryohadi.info/pendidikan-di-indonesia.htm#comment-17607</guid>
		<description>KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM MENUJU TERWUJUDNYA KNOWLEDGE BASED SOCIETY*

Oleh: Soekartawi**

ABSTRAK

	Pemerintah telah bertekat untuk mensukeskan pembangunan nasionalnya agar pada tahun 2025 nanti masyarakat Indonesia tergolong sebagai masyarakat yang berbasis pengetahuan (knowledge based-society atau KBS). Masyarakat yang demikian dicirikan oleh  masyarakat yang menyadari akan kegunaan dan manfaat informasi. Dalam KBS masyarakat telah memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk mengakses dan memanfaatkan informasi serta menjadikan informasi sebagai nilai tambah dalam peningkatan kualitas kehidupanâ€™.
KBS semakin diperlukan karena hal-hal sbb: (a). Semakin besarnya permintaan tenaga kerja terdidik (skill workers) yang menuntut adanya pendidikan sepanjang hayat. (b). Semakin besarnya pemanfaatan ICT yang berdampak pada proses produksi (proses produksi yang cepat, biaya produksi yang murah, diperlukan skill workers yang ICT-literate). (c). Semakin besarnya tuntutan wawasan global untuk mengetahui perkembangan ekonomi dunia (perdagangan, investasi asing, knowledge transfer). (d). Semakin besarnya kerjasama internasional dan karenanya sangat dibutuhkan network yang berskala internasional, dan (e). Semakin pentingnya R&#38;D dan kegiatan lain yang melahirkan inovasi.
	Peran Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) dalam ikut mewujudkan KBS telah dicanangkan dalam Visi dan Rencana Strategis (Renstra) Pendidikan Nasional dengan program yang dinamakan tiga pilar pembangunan pendidikan nasional. Visi Depdiknas adalah â€™terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubahâ€™. Sementara tiga pilar pembangunan pendidikan nasional adalah (a). Pemerataan dan perluasan akses pendidikan; (b). Peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing keluaran pendidikan; dan (c). Penguatan tata kelola, akuntabilitas, dan citra publik pendidikan. 
Bila cita-cita menuju KBS ini dapat diwujudkan, maka tujuan pembangunan seperti yang diamanatkan dalam UUD-1945 yaitu â€™mencerdaskan bangsaâ€™ akan semakin dapat dicapai. Karena itulah maka kebijakan menuju KBS ini adalah (a). Mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia; (b). Membantu dan memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar; (c). Meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral; (d). Meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan ilmu pengetahuan, keterampilan, pengalaman, sikap, dan nilai berdasarkan standar nasional dan global; dan (e). Memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia.



	Namun demikian masih banyak kendala yang harus diperhatikan dan diselesaikan dalam menuju KBS ini yaitu, antara lain kendala yang berkaitan dengan (a). Konektivitas, dimana tidak semua daerah Indonesia terkoneksi dengan audio, video, komputer dan web-based technology; (b).Tersedianya SDM menguasai teknologi tersebut, (c). Isi pembelajaran yang digunakan, dan (d). Tersedianya kebijakan yang mendukung upaya-upaya menuju KBS.

Kata Kunci: Kebijakan Pemerintah, ICT dan Knowledge Based Society.
---------------------------------------

*Makalah Undangan (Invited Paper) disampaikan pada Konferensi Nasional Sistem Informasi (KNSI) 2008 yang diseleggarakan oleh Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, tanggal 14-15 Januari 2008.
**Guru Besar Universitas Brawijaya Malang yang kini ditugaskan di Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>KEBIJAKAN PEMERINTAH DALAM MENUJU TERWUJUDNYA KNOWLEDGE BASED SOCIETY*</p>
<p>Oleh: Soekartawi**</p>
<p>ABSTRAK</p>
<p>	Pemerintah telah bertekat untuk mensukeskan pembangunan nasionalnya agar pada tahun 2025 nanti masyarakat Indonesia tergolong sebagai masyarakat yang berbasis pengetahuan (knowledge based-society atau KBS). Masyarakat yang demikian dicirikan oleh  masyarakat yang menyadari akan kegunaan dan manfaat informasi. Dalam KBS masyarakat telah memiliki pengetahuan dan kemampuan untuk mengakses dan memanfaatkan informasi serta menjadikan informasi sebagai nilai tambah dalam peningkatan kualitas kehidupanâ€™.<br />
KBS semakin diperlukan karena hal-hal sbb: (a). Semakin besarnya permintaan tenaga kerja terdidik (skill workers) yang menuntut adanya pendidikan sepanjang hayat. (b). Semakin besarnya pemanfaatan ICT yang berdampak pada proses produksi (proses produksi yang cepat, biaya produksi yang murah, diperlukan skill workers yang ICT-literate). (c). Semakin besarnya tuntutan wawasan global untuk mengetahui perkembangan ekonomi dunia (perdagangan, investasi asing, knowledge transfer). (d). Semakin besarnya kerjasama internasional dan karenanya sangat dibutuhkan network yang berskala internasional, dan (e). Semakin pentingnya R&amp;D dan kegiatan lain yang melahirkan inovasi.<br />
	Peran Departemen Pendidikan Nasional (Depdiknas) dalam ikut mewujudkan KBS telah dicanangkan dalam Visi dan Rencana Strategis (Renstra) Pendidikan Nasional dengan program yang dinamakan tiga pilar pembangunan pendidikan nasional. Visi Depdiknas adalah â€™terwujudnya sistem pendidikan sebagai pranata sosial yang kuat dan berwibawa untuk memberdayakan semua warga negara Indonesia berkembang menjadi manusia yang berkualitas sehingga mampu dan proaktif menjawab tantangan zaman yang selalu berubahâ€™. Sementara tiga pilar pembangunan pendidikan nasional adalah (a). Pemerataan dan perluasan akses pendidikan; (b). Peningkatan mutu, relevansi, dan daya saing keluaran pendidikan; dan (c). Penguatan tata kelola, akuntabilitas, dan citra publik pendidikan.<br />
Bila cita-cita menuju KBS ini dapat diwujudkan, maka tujuan pembangunan seperti yang diamanatkan dalam UUD-1945 yaitu â€™mencerdaskan bangsaâ€™ akan semakin dapat dicapai. Karena itulah maka kebijakan menuju KBS ini adalah (a). Mengupayakan perluasan dan pemerataan kesempatan memperoleh pendidikan yang bermutu bagi seluruh rakyat Indonesia; (b). Membantu dan memfasilitasi pengembangan potensi anak bangsa secara utuh sejak usia dini sampai akhir hayat dalam rangka mewujudkan masyarakat belajar; (c). Meningkatkan kesiapan masukan dan kualitas proses pendidikan untuk mengoptimalkan pembentukan kepribadian yang bermoral; (d). Meningkatkan keprofesionalan dan akuntabilitas lembaga pendidikan sebagai pusat pembudayaan ilmu pengetahuan, keterampilan, pengalaman, sikap, dan nilai berdasarkan standar nasional dan global; dan (e). Memberdayakan peran serta masyarakat dalam penyelenggaraan pendidikan berdasarkan prinsip otonomi dalam konteks Negara Kesatuan Republik Indonesia.</p>
<p>	Namun demikian masih banyak kendala yang harus diperhatikan dan diselesaikan dalam menuju KBS ini yaitu, antara lain kendala yang berkaitan dengan (a). Konektivitas, dimana tidak semua daerah Indonesia terkoneksi dengan audio, video, komputer dan web-based technology; (b).Tersedianya SDM menguasai teknologi tersebut, (c). Isi pembelajaran yang digunakan, dan (d). Tersedianya kebijakan yang mendukung upaya-upaya menuju KBS.</p>
<p>Kata Kunci: Kebijakan Pemerintah, ICT dan Knowledge Based Society.<br />
&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;&#8212;</p>
<p>*Makalah Undangan (Invited Paper) disampaikan pada Konferensi Nasional Sistem Informasi (KNSI) 2008 yang diseleggarakan oleh Universitas Sanata Dharma Yogyakarta, tanggal 14-15 Januari 2008.<br />
**Guru Besar Universitas Brawijaya Malang yang kini ditugaskan di Departemen Pendidikan Nasional, Jakarta.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: rien</title>
		<link>http://www.sunaryohadi.info/pendidikan-di-indonesia.htm#comment-17603</link>
		<dc:creator>rien</dc:creator>
		<pubDate>Wed, 06 Feb 2008 06:42:32 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.sunaryohadi.info/pendidikan-di-indonesia.htm#comment-17603</guid>
		<description>jangan terlalu terburu-buru menyalahkan pemerintah soal pendidkan di Indonesia yang semakin terpuruk, but...sebagai orang yang bekerja dan bergelut di bidang pendidikan kita harus mampu memberikan solusi bagi keterpurukan pend. saat ini.ok...jadilah solusi di setiap masalah.yuk bersama memajukan bangsa tanpa harus menghujat pemerintah terus!(gak bakalan berubah...)</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>jangan terlalu terburu-buru menyalahkan pemerintah soal pendidkan di Indonesia yang semakin terpuruk, but&#8230;sebagai orang yang bekerja dan bergelut di bidang pendidikan kita harus mampu memberikan solusi bagi keterpurukan pend. saat ini.ok&#8230;jadilah solusi di setiap masalah.yuk bersama memajukan bangsa tanpa harus menghujat pemerintah terus!(gak bakalan berubah&#8230;)</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: HYDE</title>
		<link>http://www.sunaryohadi.info/pendidikan-di-indonesia.htm#comment-17393</link>
		<dc:creator>HYDE</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 13 Dec 2007 08:20:22 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.sunaryohadi.info/pendidikan-di-indonesia.htm#comment-17393</guid>
		<description>cukup tanya keimanan n nasionalisme koruptor</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>cukup tanya keimanan n nasionalisme koruptor</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: mawan</title>
		<link>http://www.sunaryohadi.info/pendidikan-di-indonesia.htm#comment-17268</link>
		<dc:creator>mawan</dc:creator>
		<pubDate>Thu, 08 Nov 2007 07:17:17 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.sunaryohadi.info/pendidikan-di-indonesia.htm#comment-17268</guid>
		<description>sebenarnya Un itu hanya untuk menghabiskan dana aj. mending standar kelulusan itu ditentukan oleh sekolah aj. and penerimaan ke sekolah lanjutan harus lebih diperketat lg spy ank2 lbih serius.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>sebenarnya Un itu hanya untuk menghabiskan dana aj. mending standar kelulusan itu ditentukan oleh sekolah aj. and penerimaan ke sekolah lanjutan harus lebih diperketat lg spy ank2 lbih serius.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: Dewi</title>
		<link>http://www.sunaryohadi.info/pendidikan-di-indonesia.htm#comment-17089</link>
		<dc:creator>Dewi</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 21 Sep 2007 05:51:52 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.sunaryohadi.info/pendidikan-di-indonesia.htm#comment-17089</guid>
		<description>kenapa pendidikan di Indonesia terkesan kekurangan dana.
masih banyak sekolah yang tidak layak untuk dijadikan saingan karena keterbatasan fasilitas.

dan apakah standar nilai uN cukup bisa dijadikan benang merah untuk mengukur standar intelegensi oorang Indonesia.
sedangkan banyak sekolah yang belum terjangkau harus bersaing dengan sekolah yang berteknologi tinggi?

yang seharusnya ditanya kemana anggaran dana yang 20% untuk pendidikan sebagaimana  tercantum dalam UUD.

cukup jelaskah keimanan para pemimpin kita???</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>kenapa pendidikan di Indonesia terkesan kekurangan dana.<br />
masih banyak sekolah yang tidak layak untuk dijadikan saingan karena keterbatasan fasilitas.</p>
<p>dan apakah standar nilai uN cukup bisa dijadikan benang merah untuk mengukur standar intelegensi oorang Indonesia.<br />
sedangkan banyak sekolah yang belum terjangkau harus bersaing dengan sekolah yang berteknologi tinggi?</p>
<p>yang seharusnya ditanya kemana anggaran dana yang 20% untuk pendidikan sebagaimana  tercantum dalam UUD.</p>
<p>cukup jelaskah keimanan para pemimpin kita???</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: robert</title>
		<link>http://www.sunaryohadi.info/pendidikan-di-indonesia.htm#comment-16866</link>
		<dc:creator>robert</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 Aug 2007 09:36:14 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.sunaryohadi.info/pendidikan-di-indonesia.htm#comment-16866</guid>
		<description>saya kira BOS memang berjalan dengan baik dari atas ke bawah... AKAN TETAPI MENGAPA MASIH SAJA ADA MAFIA DALAM DUNIA PENDIDIKAN INI??. BIG QUESTION FOR ALL. SAYA KIRA ANGGARAN BOS MEMANG BAGUS UNTUK PENDIDIKAN TETAPI DALAM PERJALANAN SAYA MENGURUSI ANAK SEKOLAH YANG KURANG MAMPU . MEREKA MALAH TIDAK MENDAPATKAN NYA DAN KEMUDIAN ADA SAJA ALASAN OKNUM YANG SEBUT SAJA SEBAGAI "TAI" DALAM DUNIA PENDIDIKAN UNTUK MENDAPATKAN BAGIAN DARI ITU SEMUA. BANYAK SEKALI ANAK KURANG MAMPU YANG SAYA BANTU DIKESAMPINGKAN OLEH SEKOLAHAN HANYA KARENA MEREKA TIDAK DAPAT MEMBIAYAI SEKOLAH DENGAN PENUH SEPERTI PEMBAYARAN BUKU2 DAN LAIN2. PADAAHAL MEREKA PINTAR. 
UNTUK PENDIDIK JANGAN SOK KARENA GURU ITU ADALAH PEKERJAAN YANG BERAT
PEMERHATI PENDIDIKAN : JANGAN SOK BERKATA, TOO MUCH WORD WILL KILL U
KARENA PEMERHATI PENDIDIKAN HANYA BISA BERKATA SAJA, COBALAH UNTUK BERGERAK DI JALAN AGAR ANDA MENGETAHUI APA YANG TERJADI DALAM MASYARAKAT INDONESIA YANG BODOH INI.
THANK U JIKA ADA SAMBUTAN HANGAT, LUDAHAN, CACI MAKI BUAT SAYA LEPASKAN SEMUA PADA SAYA KARENA KATA-KATA SAYA MEMANG BEGITU, TAPI MEMANG ITULAH HIDUP KADANG DI BAWAH DAN KADANG DI ATAS. 
SEBUAH KATA DARI NAGA BONAR : APA KATA DUNIA JIKA PENDIDIKAN DI INDONESIA TIDAK MAJU? DAN SAYA MENJAWAB MEMANG TIDAK MAJU KARENA YANG MENDIDIK HANYA MENDIDIK UNTUK UANG BUKAN UNTUK KESENANGAN.</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya kira BOS memang berjalan dengan baik dari atas ke bawah&#8230; AKAN TETAPI MENGAPA MASIH SAJA ADA MAFIA DALAM DUNIA PENDIDIKAN INI??. BIG QUESTION FOR ALL. SAYA KIRA ANGGARAN BOS MEMANG BAGUS UNTUK PENDIDIKAN TETAPI DALAM PERJALANAN SAYA MENGURUSI ANAK SEKOLAH YANG KURANG MAMPU . MEREKA MALAH TIDAK MENDAPATKAN NYA DAN KEMUDIAN ADA SAJA ALASAN OKNUM YANG SEBUT SAJA SEBAGAI &#8220;TAI&#8221; DALAM DUNIA PENDIDIKAN UNTUK MENDAPATKAN BAGIAN DARI ITU SEMUA. BANYAK SEKALI ANAK KURANG MAMPU YANG SAYA BANTU DIKESAMPINGKAN OLEH SEKOLAHAN HANYA KARENA MEREKA TIDAK DAPAT MEMBIAYAI SEKOLAH DENGAN PENUH SEPERTI PEMBAYARAN BUKU2 DAN LAIN2. PADAAHAL MEREKA PINTAR.<br />
UNTUK PENDIDIK JANGAN SOK KARENA GURU ITU ADALAH PEKERJAAN YANG BERAT<br />
PEMERHATI PENDIDIKAN : JANGAN SOK BERKATA, TOO MUCH WORD WILL KILL U<br />
KARENA PEMERHATI PENDIDIKAN HANYA BISA BERKATA SAJA, COBALAH UNTUK BERGERAK DI JALAN AGAR ANDA MENGETAHUI APA YANG TERJADI DALAM MASYARAKAT INDONESIA YANG BODOH INI.<br />
THANK U JIKA ADA SAMBUTAN HANGAT, LUDAHAN, CACI MAKI BUAT SAYA LEPASKAN SEMUA PADA SAYA KARENA KATA-KATA SAYA MEMANG BEGITU, TAPI MEMANG ITULAH HIDUP KADANG DI BAWAH DAN KADANG DI ATAS.<br />
SEBUAH KATA DARI NAGA BONAR : APA KATA DUNIA JIKA PENDIDIKAN DI INDONESIA TIDAK MAJU? DAN SAYA MENJAWAB MEMANG TIDAK MAJU KARENA YANG MENDIDIK HANYA MENDIDIK UNTUK UANG BUKAN UNTUK KESENANGAN.</p>
]]></content:encoded>
	</item>
	<item>
		<title>By: robert</title>
		<link>http://www.sunaryohadi.info/pendidikan-di-indonesia.htm#comment-16865</link>
		<dc:creator>robert</dc:creator>
		<pubDate>Fri, 31 Aug 2007 09:19:21 +0000</pubDate>
		<guid isPermaLink="false">http://www.sunaryohadi.info/pendidikan-di-indonesia.htm#comment-16865</guid>
		<description>saya mempunyai sebuah organisasi yang bergerak di bidang pendidikan, dan organisasi ini telah berdiri sejak 3 tahun yang lalu. pergerakan kami adalah bantuan pendidikan di sekitar wilayah kami saja. NAMA KAMI ADALAH KOMPAK (KOMUNITAS MUDA-MUDI PEDULI DAN ANTI KEMISKINAN). kami hanya sekumpulan pemuda yang ingin belajar bersosialisasi dengan masyarakat. dalam sebuah kasus ini saya hanya ingin mengajak anda semua untuk dapat bersosialisasi dengan masyarakat yang berada di bawah kemampuan kita agar dapat memberikan bantuan pada mereka, karena anaknya membutuhkan pendidikan yang layak. 
saya hanya ingin melebarkan sayap dari organisasi kami jika anda semua butuh penjelasan just contact me at : tomcat9193@yahoo.com karena kami akan senang membantu anda semua untuk dapat bersosialisasi dengan manusia lain</description>
		<content:encoded><![CDATA[<p>saya mempunyai sebuah organisasi yang bergerak di bidang pendidikan, dan organisasi ini telah berdiri sejak 3 tahun yang lalu. pergerakan kami adalah bantuan pendidikan di sekitar wilayah kami saja. NAMA KAMI ADALAH KOMPAK (KOMUNITAS MUDA-MUDI PEDULI DAN ANTI KEMISKINAN). kami hanya sekumpulan pemuda yang ingin belajar bersosialisasi dengan masyarakat. dalam sebuah kasus ini saya hanya ingin mengajak anda semua untuk dapat bersosialisasi dengan masyarakat yang berada di bawah kemampuan kita agar dapat memberikan bantuan pada mereka, karena anaknya membutuhkan pendidikan yang layak.<br />
saya hanya ingin melebarkan sayap dari organisasi kami jika anda semua butuh penjelasan just contact me at : <a href="mailto:tomcat9193@yahoo.com">tomcat9193@yahoo.com</a> karena kami akan senang membantu anda semua untuk dapat bersosialisasi dengan manusia lain</p>
]]></content:encoded>
	</item>
</channel>
</rss>
