Merdeka ….!

Hari ini 60 tahun Indonesia Merdeka. Tapi karena enggak jalan-jalan keluar, saya tidak bisa menikmati meriahnya HUT RI kali ini. Sebelumnya, waktu tinggal di Cimanggis, pasti selalu tercantum dalam daftar panitia tingkat RW, gak pake konfirmasi dulu. Tahu-tahu udah jadi seksi apa gitu.

Tetangga saya kemarin sore udah sibuk banget mau jalan-jalan ke Monas. Mau nonton “dangdutan” katanya. Sekitar jam 11 malam pulang, mukanya lemes. Gak ada apa-apa di Monas …. Haaaaaaaaaaa.

Saya sendiri nonton TV, dan bolak-balik mindahin channel TV. Semua normal … sinetron dan lain-lain aja … kayak enggak lagi malem Agustusan. Tidak ada lagi slogan heboh yang membangunkan rasa kebangsaan, walaupun beberapa iklan konsisten dengan iklan versi HUT-RI-nya yang wah. Kocaknya lagi ada iklan acara rutin siang hari dari sebuah TV mau siaran langsung di Istana Negara. Kesan ‘sakral’ semangat kemerdekaan langsung ilang deh ngelihat iklan itu.

Kompas 16 Agustus 2005, membahas tingkat kebanggaan menjadi WNI dari sisi usia. Semakin muda orang Indonesia, semakin kecil rasa kebanggaannya menjadi WNI. Apa yang salah?
Di lembar lain dibahas juga perkembangan dan sistem pendidikan Indonesia. Nyambung banget. Kurikulum ‘civics’ (pendidikan kewarga-negaraan), dicampur-campur dengan kepentingan politik. Anak SD malah disuruh menghapal nama menteri. Apa gunanya?
Inilah hasilnya dan kita enggak bisa tutup mata lagi.

Tags:

Leave a Reply