Memfokuskan diri di WordPress Theme development

Sudah beberapa bulan saya memfokuskan diri untuk lebih mendalami pengembangan theme WordPress. Saya tidak ingin hanya sekedar bikin theme, tetapi mencari ‘ruang’ agar dapat menyisipkan aplikasi di dalamnya. Kurva belajarnya lumayan agak sedikit lama, mulai dari mengenali database bawaan WordPress sendiri, sampai ‘framework’ WordPress.

Mengapa memilih WordPress?

Saya kira tidak usah capek-capek menulis lagi mengapa memilih WordPress sebagai platform CMS. Dengan sedikit bantuan Om Google, keluar banyak halaman dengan alasan-alasan mengapa harus memilih WordPress (why choose wordpress).

Tapi kalau masih maksa nanya juga, buat saya jawabannya: WordPress merupakan CMS paling populer (itu saja!). Karena populer, kebanyakan client sudah familiar dengan segala menu yang di backend. Nyaris tidak ada pelatihan diberikan pada client, cukup menjawab pertanyaan via email atau chat. Sedikitnya, satu masalah tereliminasi ;-).

Tapi kan WordPress itu CMS untuk blog, bukan buat aplikasi?

Benar sekali! WordPress awalnya dibuat dan didesain untuk membuat Blog. Namun sejak versi 2.9, WordPress menambahkan post-type yang memungkinkan developer untuk membuat sesuatu yang lain. Beberapa plugin aplikasi populer seperti WP-eCommerce, sudah memanfaatkan post-type untuk aplikasi toko online. Beberapa developer yang mengenal core cukup baik, bahkan bisa membuat berbagai aplikasi seperti: iklan baris (populer sekali), listing properti, job-listing, feedback-engine dan lain lain.

Pro-Kontra antara menggunakan WordPress atau membuat dari scratch untuk membangun aplikasi berbasis web juga ramai diperbincangkan. Mengenal bagaimana WordPress bekerja memang butuh sedikit effort (apalagi tanpa bantuan yang senior) dibanding mempelajari framework PHP. Juga nature-nya WordPress yang CMS (content management system) memang akan membuat sedikit masalah. Not to argue.. dalam kasus tertentu, saya juga gak bakalan ngotot pakai WordPress kok. 🙂

(Note untuk developer: jika anda ingin mengenal ‘daleman’  WordPress sebaiknya mulai mengikuti blog seperti Justin Tadlock, agar kurva belajarnya tidak seperti saya yang jadi lama. Bukunya Tadlock juga sangat layak dibeli)

Jadi hasil dari fokus ke WordPress-nya bagaimana?

Hahaha… di atas langit masih ada langit. Tapi saya kira, saya mulai menapaki awal dari level advance untuk pengembangan WordPress. Beruntung WordPress mendokumentasikan semua functions dengan baik (pake sample pula). Beruntung juga bahwa segambreng developer yang jago, share keahlian mereka di blognya. Beruntung juga bahwa Google bisa menemukan keyword dan menunjuk artikel dengan cukup sempurna (jangan lupa yang satu ini). Dan banyak keberuntungan lainnya pastinya.

Pada beberapa website sudah berhasil diaplikasikan. Seperti WebIklan berhasil saya konversikan ke WordPress (masih harus bongkar sana sini, maklum ini situs ini adalah ‘laboratorium’ buat saya. Jangan harap lihat coding rapih di dalamnya, kecuali nanti kalau saya rilis theme untuk iklan baris). Juga situs untuk komunitas foto Hobi Foto Bandung, dimana member dapat mensubmit foto mereka, untuk kemudian di voting dan like.

Beberapa project juga sudah menggunakan WordPress: koran online (dengan custom khusus), document management, quotation system dan lain lain.

Alhamdulillah, pernah bekerja sebagai UI/Front-End Developer di xmhtlized juga sangat menguntungkan saya. Karena perpaduan programming di tambah penguasaan CSS/xHTML yang sangat baik (thanks again to xhtmlized), membuat saya tidak kesulitan untuk mengembangkan theme WordPress.

 

7 thoughts on “Memfokuskan diri di WordPress Theme development

  1. Wah benar sekali mas. Saya suka dengan wordpress karena engine yang sangat bagus dan mudah di pelajari untuk pemula. Ngomong2 webiklan.com itu dibangun dari wordpress ya mas? mohon petunjuknya gimana cara buat web iklan seperti web tersebut.

  2. Salam Kenal,..
    Mau tanya perbedaan zend, oxid-eshop sama wordpress seperti apa yah…

    terima kasih…

Leave a Reply