Sebelum puasa, saya berkunjung ke salah seorang teman (initialnya: MSA) yang menjadi Kepala Pabrik. Kami berbincang banyak mengenai manajemen. OK… sebenarnya dialah yang ngobrol banyak tentang manajemen. Karena saya juga kurang tahu banyak teori manajemen.
Ada yang menarik dalam perbincangan ini. Dia berfikiran sederhana dalam manajemen, tapi sukses diterapkan. Karena seorang lulusan Teknik Kimia, dia mengambil prinsip rumus Neraca Masa (kira-kira: sisa = jumlah yang masuk – jumlah yang keluar) dalam semua hal. Pabriknya tidak dalam kategori besar (menurut dia). Jumlah karyawan hanya 200-an orang. Lupakan SWOT, Six Sigma dan lain-lain. Dengan prinsip di atas, dia memilah masalah dan membenahi bagian demi bagian, dan mencoba mangaplikasikan teori “Neraca Masa”-nya. Dia bahkan memberikan beberapa contoh simple dalam menganalisa masalah dan menyelesaikannya. Hasilnya memang bisa dikatakan sangat berhasil. Sisa (atau profit menurut kita) meningkat signifikan.
Dalam waktu yang singkat itu, ada hal yang saya pelajari, dia telah memulai langkah dengan sangat baik. Dia telah menanamkan 3 point penting:
- Ownership (kepemilikan). Setiap karyawan ditanamkan rasa memiliki perusahaan.
- Milestones (pencapaian). Selalu memiliki target dari waktu ke waktu. Bahkan untuk 5 tahun ke depan.
- Measurement (alat Ukur). Mengolah data untuk mengetahui efisiensi, dengan sangat sederhana, hanya dengan worksheet, bukan aplikasi yang canggih.
Sebelum berpisah, dia mengemukakan keinginannya, agar anaknya kelak kuliah di Ekonomi atau Manajemen saja. Enggak usah jadi “Tukang Insinyur” seperti bapaknya. Lho?! Terus yang ngajarin Manajemen ala “Neraca Massa” nanti siapa? Kan enggak ada di kurikulum jurusan ekonomi atau manajemen.

May 24th, 2006 at 9:14 pm
saya mau minta pak sunaryo neraca pertumbuhan dan perdagangan
May 28th, 2006 at 11:23 pm
#1 Waduh maaf …
Saya tidak tahu tentang ini Pak.
August 22nd, 2006 at 2:23 pm
maksud loh ??
February 18th, 2007 at 5:27 pm
Bagusnya di website ini ditampilkan contoh-contoh neraca massa (Fisika Teknik)
November 11th, 2008 at 10:48 am
pak saya minta contoh neraca,labarugi.thanks
November 22nd, 2009 at 9:31 pm
apakah setiap neraca masaakan mencapai titik konstan?
padahal setiap proses selalu ditambah bahan baku dan sisa dari sebelumnya?