Setelah baca blognya iWin tentang laporan UNDP-APDIP, saya jadi tertarik untuk ikut membaca laporan ini langsung.
Di laporan itu memang ada tabel tentang tertingginya biaya koneksi internet di Indonesia (22.26$/20jam) karena faktor geografis serta pemakaian bandwidth yang kalah jauh dibanding Thailand.
Karena Iwin berangan-angan, saya juga jadi pengen berangan-angan, bagaimana agar penetrasi Internet di Indonesia lebih dahsyat. Angan-angan saya seperti ini:
- Pemerintah turun tangan dengan subsidi untuk membangun backbone di Indonesia dari ujung-ke-ujung. Ya ikutilah plan IIX. Hitungan ekonomisnya mungkin rumit. Ini karena modal awalnya yang luar biasa. Tapi terpikir atau tidak, bahwa saat ini, membangun backbone internet sama pentingnya dengan membangun jalan raya?
- Dengan backbone bersubsidi ini, biaya koneksi internet pasti melorot tajam. Kenapa?. Ini karena penggunaan koneksi International yang memang mahal akan berkurang secara drastis. Saat ini, pengguna internet di Makassar misalnya, kalau mau mengakses situs lokal, pasti akan jalan-jalan dulu ke luar, karena backbone yang digunakan punya orang luar negeri.
- Dampak lain dari backbone ini pasti di luar imajinasi. Arus informasi akan menjadi luar biasa. Banyak ISP di daerah. Pengguna internet yang akan melonjak tajam. Apalagi frekwensi 2.4GHz dibebaskan. Bisa-bisa di setiap kelurahan ada warnet yang merangkap wartel VoIP.
- Masih banyak… Terlalu banyak mungkin angan-angan saya
Tapi saya tahu enggak bakal sesimpel inilah. Saya kan tidak mengerti kebijakan dan aturan per-telekomunikasi-an Indonesia. Saya sempat berharap banyak waktu telekomunikasi dicopot dari Perhubungan di gabung ke Kominfo, maka kita akan selangkah lebih maju karena menghilangkan prosedur antar departemen. Tapi kenyataannya?
Tags: Web Development
November 14th, 2007 at 6:28 pm
Saya juga berharap semoga backbone internet Indonesia bisa segera rampung. Mudah-mudahan masyarakat di negeri ini bisa segera menikmati internet dengan tarif yang masuk akal.