Indonesia Backbone International

Ini adalah “wacana” terbaik buat saya saat ini di dunia Internet Indonesia. Gagasannya sudah lama muncul, dan baru minggu ini muncul tiba-tiba dari menkominfo sendiri. Saya sebut wacana karena masih belum terlihat jelas bagaimana implementasinya. Kelihatan masih saling lempar melempar bola.

Sebagai pengguna jasa yang menumpang di beberapa ISP besar, tentu saja saya ter-”ikut” mengalami coba-coba penggunaan bandwidth international secara tidak langsung. Kabarnya, di Indonesia sendiri cukup banyak reseller (baca “makelar”) bandwidth Internet International ini, terkadang oleh perorangan. Biasanya kualitas koneksi dari sini kurang bagus, mengingat koneksinya hanya menggunakan satelit, tidak ada koneksi lainnya (redundant). Dari yang saya alami, Indosat memberikan kualitas dan pelayanan bandwidth International yang paling baik diantara para BUMN. Sementara di pihak swasta, CBN kelihatannya sangat konsisten dengan masalah kualitas koneksi International ini. Namun harus diakui, harganya memang cukup mahal.

Pasar bandwidth internet International di Indonesia sebenarnya juga sempat jadi rebutan pihak negara tetangga, seperti Singapura, Australia dan Hong Kong. Jadi jangan heran kalau dulu, kita sempat routing, kita bisa nyambung ke Australia dulu lalu ke UUNET dst. Terakhir UUNET kelihatannya cukup mendominasi koneksi International dari Indonesia. Sayang, saya sendiri enggak punya datanya, karena saya sendiri bukan pelaku bisnis jualan Bandwidth Internet.

Jadi kalau pemerintah benar-benar mencanangkan program ini, dan bisa diimplementasikan (terutama jika bisa koneksi langsung ke Hong Kong, pangkal dari beberapa backbone International), tentu akan menjadi keuntungan besar bagi dunia Internet Indonesia. Mungkin boleh dibilang, penghematan bagi negara. Mudah-mudahan bisa dilaksanakan.

Di sisi lain, tolong perhatikan juga program IIX yang kelihatannya agak sedikit kedodoran. Kalau tidak salah, pertama kali dirancang, dalam waktu 5 tahun IIX sudah terkoneksi dengan baik dengan daerah luar Jakarta, seperti Surabaya ( yang ini sudah mulai rasanya), Bandung (mudah-mudahan bisa ditolong sama ICON+), Ujung Pandang (masih belum tahu, oh ya Makassar sekarang), Medan (masih juga belum tahu). Rancangan ini adalah rancangan tahun 1997.


2 Responses to “Indonesia Backbone International”

  • 1
    rendy

    masing masing sama-sama rakus.. jadi sulit untuk berbuat rugi dulu sebentar aja, tapi dapet keuntungan yang besar dikemudian hari…

  • 2
    zaid

    mas kenapa kalo pake SVG gak muncul pake browser mozila opera,sedangkan webku pake svg untuk nampilin peta.mkash

Leave a Reply

3,429 views