Auditing Situs Presiden SBY

Detikinet melansir situs Presiden SBY, situs resmi Presiden Republik Indonesia saat ini. Selain itu pula dilansir juga biaya pengadaan serta perawatan bulanan. Cukup mengejutkan karena begitu terbuka dan Andi Mallarangeng siap menerima kritik kelihatannya.

Biaya pengadaan perangkat (termasuk pembuatan web, kelihatannya) Rp. 84 juta.
Biaya bulanan Rp. 28 juta untuk web server, ditambah 12 juta untuk teknisi (?) dan 12 juta untuk tim redaksi

Sepintas masih berkesan mahal. Namun setelah saya telurusi ‘isi’ htmlnya, harga tersebut masih sangat wajar. Mengapa?.

Biaya pengadaan, menurut asumsi saya : server web production, server web development (ada HTTrack Website Copier di HTML-nya serta harus melalui proses redaksi, maka dibutuhkan 1 server Development) dan mungkin beberapa perangkat tambahan. Jika benar demikian, nilai Rp. 84 juta bukan hal yang fantastis dan boleh dibilang wajar. Namun jika digabung dengan biaya pembuatan website, agak sedikit membingungkan pasti. Anyway, siapapun konsultan web di Indonesia akan dengan sukarela tidak dibayar untuk membuatkan situs bagi sang Presiden. Cukup jadi bahan portfolio perusahaan sudah sangat untung. Tapi kelihatannya tim internal mengerjakan semua ini.

Biaya bulanan pun masih cukup wajar. Sewa server Rp. 28 juta per bulan?. Pasti bandwidth Internationalnya cukup besar (di kisaran 512 kbps). Saya agak ragu apakah memang butuh sebesar ini. Cuma demi kenyamanan akses dari luar negeri, bandwidth sebesar ini merupakan hal yang mutlak.

Mungkin yang agak sedikit dipertanyakan, memang butuh 3 orang teknisi untuk mengurusi 1 server, (ehh … ok dengan ngurusin server untuk development). Asumsi saya, 3 teknisi itu termasuk diantaranya programmer. Karena situs sang Presiden toh tidak hanya isi, tapi dari sisi pengembangan aplikasi, websitenya perlu dikembangkan dari waktu ke waktu. Jadi cukup wajar. Biaya redaksi 12 juta per bulan juga sangat wajar. Ini situs Presiden. Setiap isinya harus melalui tim redaksi dan tentunya harus melalui approval paling tidak dari pihak jubir kepresidenan.

Karena diatas hanya asumsi, mungkin sekali saya salah merinci. Tapi kalau saya audit secara kasar, proyek ini sangat bagus dan Presiden sudah memberikan contoh kepada anak buahnya. Bukan berarti Gubernur atau Bupati harus membuat situs semacam ini. Enggak perlu lah, kecuali atas biaya sendiri.

Selamat dan sukses atas situsnya Pak SBY. Sayang kontaknya kok pake port 8000? Pake yang standard aja port 80 dong.


8 Responses to “Auditing Situs Presiden SBY”

  • 1
    Sterli

    Wah hebat juga ya yg bikin webnya.. asyik tuh

  • 2
    IMW

    Port 80 digunakan untuk layanan lain yang belum diaktifkan dan akan memakan kinerja prosesor lumayan besar ketika diaktifkan (kira-kira bisa tebak layanan apa). Kalau diinstal Rewrite Engine. Karena fokus utama adalah kinerja maka ini setiap konfigurasi yang memakan kinerja akan diminimalkan.

    3 teknisi itu merangkap programmer karena harus standby 24 jam :-) bayangkan kalau hanya 1 orang. Server yang digunakan jelas lebih dari 1, karena untuk backup saja sudah makan 1 server, log aggreagator juga 1 server.

  • 3
    redline

    gimana sih ngitungnya…padahal aku bikin website gak mengeluarkan duit sampe jutaan.

  • 4
    shadi

    #3 Wah repot ngitungnya. Biaya termasuk beli server dan perangkat. Asumsi server per biji dihitung diatas US$ 1000. Untuk di production aja paling tidak butuh 2 server. Untuk development belum? Itu baru server. Trus firewall dan perangkat jaringan.

    Yang jelas gak bisa di compare sama situs pribadi (seperti situs saya ini) yang kunjungannya dikisaran 100 orang per hari … hehehe. Kalau pakai hostingan luar, bisa jebol tuh tempat hostingnya waktu pertama diumumkan di detik.

    Btw, priyadi.net aja butuh server sendiri untuk mengatasi kunjungan yang cukup besar. Apalagi situs presiden?

  • 5
    GodzAlli

    wow… ‘pak dokter’ emang paling TOP!
    slamat!

  • 6
    zainal arifin

    pak presiden saya mau tanya sy punya anak yang baru lahir usia kandungan 4 bulan pas lahir di rawat di Rs hasan sadikin bandung lahir 1,7 di incubator selama 23 hari saya pake kartu sehat sama pihak rumah sakit bebas dari biaya, tapi dari sisi lain anak saya sebagai bahan percobaan karena dokter yang merawat masih pada belajar .
    yang saya tanyakan kenapa ko di gratisin tapi buat percobaan para dokter? kenapa pak SBY ?

  • 7
    Wiryawan

    Bapak Presiden yang saya hormati, perkenalkan nama saya Wiryawan. Saya masih sekolah di SMA di Bali. Mendengar pelansiran situs Presiden SBY yang baru, saya sebagai siswa berpandangan bahwa itu merupakan suatu kewajaran dan memang seharusnya begitu. Mengapa? karena melihat perkembangan “Teknologi Informatika” dewasa ini yang semakin peasat, maka sudah barang tentu kita tidak bisa mengelak lagi. Kita mesti bisa mengikuti perkembangan dan kemajuan teknologi tersebut.
    Jadi saya acungi jempol atas pelansiran situs web yang baru itu.
    sekian dari saya. apabila ada kesalahan dan kekeliruan saya mohon maaf. trima kasih.

  • 8
    Gading

    Anggaran untuk web Rp 200.000,00 juga sudah bagus!

Leave a Reply