Admire or Adore a Woman?

Baca Rückblick-nya Irene, tergelitik juga saya pengen nulis blog. It’s about man admire (or adore?) a woman.Saya mempunyai list cukup banyak untuk wanita yang masuk kategori dikagumi saya. In fact, Irene ini adalah salah satunya. Tentu saja wanita yang paling pertama dikagumi adalah Ibu, … pasti. Cuma rasanya kalau seorang wanita tiba-tiba merasa seperti yang dibilang Irene, gimana ya?! (Oh ya, dicatat dulu, subyek yang di catatan Irene bukan aku lho…, beda jaman ‘bo!). Tapi enggak aneh rasanya kalau admire berubah menjadi adore kan?

Sudut pandang pria memang agak ajaib. Pertama, biasanya memang nafsu (karena cantik), tapi berikutnya akan lebih wise. Pada tahap berikutnya, pria akan menilai hal lain. Dia akan menilai sisi yang lebih hebat dari seorang wanita.

Tetapi, mengagumi bukan berarti selalu ingin memiliki. Saya akan selalu merasa senang sekali apabila berada di dekat dengan wanita yang saya kagumi ini. Obrolan ringan saja akan terasa sangat menyenangkan. It’s a great time!

Tetapi selain itu, seperti kata dans, lebih jauh lagi pria akan menilai dulu ke-cocok-an untuk dijadikan pasangan hidup. Rasanya kalau enggak cocok, ceritanya juga bakalan lain kok.

Balik lagi ke tulisan Irene, memang nasib tragis yang dialami sama seorang ‘adorer‘ itu. Saya yakin dia akan tetap menjadi ‘admirer‘ Irene sampai saat ini. Sebatas mengagumi tentunya. Seperti saya.


Leave a Reply